Tanya Jawab
Kategori

  1. Pak saya punya masalah, yang bagi saya pelik. Saya sudah bersuami/ menikah 15 tahun, tanpa rasa cinta. Kemudian datanglah kekasih/ ex pacar yang saya cintai selama ini. Namun ketika saya utarakan saya masih mencintainya, dia menolaknya. Betapa hancur hati saya, rasanya dunia mau kiamat. Beri saya kekuatan dan saran serta Doa Pak!
  2. Masalah ini tidak pelik, jika sudah bersuami, dan kekasih datang, maka seharusnya justru jangan mengutarakan cinta, karena itu perselingkuhan yang bisa mengarah perzinahan. Jika mengutarakan dan eks kekasih menolak, “Puji Tuhan” berarti Tuhan menjagai engkau dari berbuat dosa. Justru menjadi pelik dan bermasalah jika dia menerima cintamu dan mengajak selingkuh. Selingkuh adalah ‘dosa besar’ atau ‘kejahatan besar’ dimata Tuhan. Begitu besarnya dosa ini, sehingga ketika Daud berselingkuh, berdoa minta ampun, dosanya memang diampuni, tetapi hukumannya belangsung turun temurun. Lain dengan saat Daud dosa sombong, dan dihukum Tuhan, maka hari itu dia minta mapun, maka hukuman berhenti.

    2 Sam 11: 27 Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

    Masalah justru jika dia menerima cintamu dan menyarankan engkau cerai dan meminta menikah denganmu, itu justru masalah, itu dosa! Allah membenci perceraian!

    Maleakhi 2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
    2:14 Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
    2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
    2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel—juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

    Karena itu saran saya, tumbuhkan cintamu kepada suamimu, yang sudah menikah denganmu 15 tahun. Jika engkau sudah mampu bertahan 15 tahun, sebenarnya benih cinta itu ada, walau sangat kecil. Tumbuhkan dengan membuang segala kenangan tentang eks pacar. Temukan hal-hal positif yang ada pada suamimu da ucapkan syukur hal itu di dalam doamu. Tumbuhkan cinta dengan menabur cinta, karena yang kita tabur, itu yang kita tuai. Berikan suamimu cinta dengan memperhatikan, menghargai dan menghormati, bahkan melayani kebutuhan sexnya dengan senang hati. Penuhi hatimu dengan kasih Kristus dan buang segala kekecewaan dan kepahitan. Isi kegiatan hidupmu dengan terlibat di gereja, dalam jam-jam doa atau persekutuan wanita, untuk mendapat kekuatan baru dari hari ke hari.


  3. Shalom Pak. Saya seorang anak yg kurang kasih sayang orang tua. Waktu saya masih remaja, saya jadi gadis yg sangat nakal. Dulu saya berharap, saat nanti menikah, saya akan berubah. Suatu saat saya bertemu dengan seorang pria yg baik, lalu menikah. 3 th pernikahan kami, saya masih bertahan. Ternyata suamiku orangnya sangat cemburuan, dia tidak pernah memberiku kebebasan atau kepercayaan, dia selalu mengekangku, sampai suatu saat kami berantem hebat. Saya frustasi dan tanpa disangka teman lamaku datang, akhirnya saya SELINGKUH. Sekarang saya sangat tertekan, saya nggak tahu apa yg harus aku lakukan? Apa saya harus BERCERAI dengan suamiku? Atau masih bisakah saya memperbaiki rumah tangga saya? Karena suami saya tidak tahu perselingkuhan ini. Tetapi saya merasa sangat nggak layak dihadapan suami saya dan merasa menyesal. Saya ingin BERCERAI tetapi saya takut.
  4. Selingkuh bukan hanya DOSA terhadap pasangan, tetapi DOSA kepada Tuhan (2 Samuel 12:13) KEJAHATAN BESAR dihadapan Tuhan (Kejadian 39:9) dan dosa yang dianggap MENISTA Tuhan (2 Samuel 12:14). Karena itu jika merasa menyesal dan merasa tidak layak, itu artinya Tuhan masih mengasihimu, sehingga hati nuranimu masih mendengar suara-Nya. Jangan keraskan hati (Ibrani 4:7), tetapi lanjutkan penyesalan ini menjadi PERTOBATAN. PUTUSKAN hubungan dengan teman selingkuhmu, jangan memberi kesempatan untuk komunikasi, telp, sms apalagi ketemu.

    Begitu besar dosa SELINGKUH ini, sehingga ketika Daud selingkuh, minta ampun dengan Tuhan, Tuhan ampuni, tetapi hukuman tetap berlangsung, anaknya kena tulah dan mati, keluarganya pecah turun temurun dan isteri-2 Daud ditiduri terang-2an di muka umum oleh Absalom.

    Alternatif BERCERAI, buang jauh jauh. Jangan menyelesaikan dosa (selingkuh) dengan dosa yang lain lagi (bercerai), karena bercerai, itu dibenci Tuhan ! (Maleakhi 2:16) Kalau engkau bercerai engkau mjd orang yg dibenci Tuhan.

    Minta ampun sungguh-2 seperti Daud dalam Mazmur 51. Jika kita mengaku dosa, Tuhan pasti mengampuni (1 Yoh 1:9), sekalipun dosa itu merah seperti kirmisi (Yesaya 1:18) Untuk sementara tdk perlu mengaku dengan suami. Tumbuhkan cintamu pada suamimu, bersyukurlah untuk hal-hal yang dia baik, tidak ada yang tidak bisa dipulihkan, jika kita sungguh-2 bertobat, mengisi hati denga KASIH YESUS. Bangun komunikasi yg baik dengan pasanganmu, bahkan bangkitkan gairahmu dengan suami dalam hal sex, karena itu penting bagi laki-laki. (Baca buku saya PEMULIHAN SUAMI ISTERI) Jika ada kesempatan, ajak suami berdua saja, liburan, mengunjungi tempat pacaran dulu atau ikut seminar maupun retreat yang dikhususkan untuk couples. Suami dan isteri perlu bertumbuh bersama-sama dalam pemahaman tentang pernikahan dan segala pernak-perniknya (seperti uang dalam keluarga, sex yg benar, komunikasi, penerimaan dll)

    Berpikirlah positif tentang suamimu. Jika dia cemburu, anggap berarti dia mencintaimu dan ingin memilikimu 100% tanpa saingan, jika dia mengekangmu, anggap dia menjagai engkau dari kejatuhan, yg terbukti memang engkau jatuh selingkuh ketika engkau lepas kekang. Tuhan sering memakai orang2 dekat sekitar kita menjagai dan membentuk karakter kita.

    Jika suamimu cukup rohani, komunikasi dan hubungan sudah amat sangat baik, pernikahan kalian sudah pulih, jika mau kesembuhan itu sempurna, engkau bisa mengaku dengan suamimu. Karena jika kita saling mengaku dosa, kita akan sembuh (Yakobus 5:16) Namun engkau harus benar-2 berhikmat waktu yang tepat untuk melakukan hal ini. Jika ternyata dengan mengakui, suamimu marah, hubungi konselor pernikahan, ikuti retreat couples berdua untuk proses pembimbingan dan konseling.

    Lebih lengkap saudara bisa membaca buku saya SELINGKUH (132 halaman) dan PERCERAIAN (144 halaman) karena saya bahas tuntas hal ini di 2 buku saya tersebut, dengan langkah-2 pemulihannya. (Jarot Wijanarko)

  5. Shalom Pak. Saya (RST) dari Sumut. Saya dituduh suami saya selingkuh, padahal saya tidak berbuat, tetapi suami saya tetap tidak percaya, jadi setiap hari kami ribut. Akhirnya saya pergi dari rumah, karena tidak tahan lagi, karena tipe suami saya penuh curiga dan tukang cemburu. Apa yang harus saya lakukan untuk menyakinkan suami saya?
  6. Orang bisa menjadi pencemburu, jika dia pernah dikhianati oleh pacar-pacar sebelumnya. Suami maupun Isteri bisa cemburuan, jika pasangannya jarang cerita, misterius, tertutup, sehingga pasangannya menduga-duga dan lama-lama menjadi cemburuan. Orang bisa pencemburu jika orang disekitarnya banyak yang selingkuh atau memang benar-benar pasangannya atau justru dia sendiri pernah selingkuh.

    Mayoritas suami / isteri yang pencemburu adalah jika mereka dahulu sebelum menikah telah melakukan hubungan suami isteri berkali-kali. Atas dasar ‘track record’ itu, atas dasar fondasi yang salah yang dikerjakan dalam mengisi pacaran dulu dengan sex, maka yang ditanam adalah ‘daging’ yang membuahkan ketidak percayaan. Suami merasa bahwa istrinya adalah ‘gampangan’, dan isteri tahu suaminya dulu waktu pacaranpun ‘nafsunya’ besar. Dengan pernah melakukan sex sebelum menikah, ‘cemburu’ boleh dikatakan pasti akan terjadi, karena masing-masing sadar, bahwa pasangannya ‘tidak menguasai diri’ dan memiliki ‘batas moral’ ataupun ‘standar kekudusan’ yang rendah. Ini pelajaran bagi mereka yang belum menikah, untuk sungguh-sungguh menjaga kekudusan selama berpacaran.

    Bisa juga orang menjadi pencemburu, karena pasangannya tipe orang yang sangat mudah akrab dengan orang lain, pandai bergaul, temannya banyak, ceria, ramah bahkan menurut standar pasangannya, standar keakrabannya berlebihan. Jika ini yang terjadi, masing-masing harus belajar untuk menjagai perasaan pasangannya, dan komitmen, bahwa jika sudah menikah, maka ‘standar keakraban’ dalam bergaul bersahabat, haruslah dijaga, karena kita sendiri atau ‘sahabat’ kita bukanlah orang yang kebal dosa, bukan kebal selingkuh. Gunakan ‘cemburu’ dari pasangan sebagai hal yang positif untuk menjagai kekudusan diri sendiri.

    Suami / Isteri harus mengalah juga dalam beberapa hal, apakah yang diminta oleh pasangannya yang tidak disukai oleh suaminya, dan buktikan dengan perbuatan bahwa memang tidak selingkuh, jangan banyak keluar rumah dengan berita yang tidak jelas, pergi kemana dengan siapa dan untuk apa. Kurangi kegiatan diluar rumah.

    Pergi dari rumah karena tidak tahan, bukan tindakan yang benar, justru semakin membuat pasangan semakin yakin dengan apa yang dituduhkan, membuat masalah semakin besar, hubungan semakin jauh. Ini kondisi yang berbahaya, jika ada pihak ketiga yang memberi perhatian, pengertian dan kasih sayang, yang tadinya benar-benar tidak sleingkuh, justru bisa menjadi selingkuh. Kembalilah ke pasangannmu, pulang !

    Jadi katakan pada suamimu bahwa engkau mencintainya, engkau membutuhkan dan engkau mau berubah, tanyakan apa keberatannya selain ‘issue’ selingkuh yang dia tuduhkan. Jika hanya issue itu, janjikan bahwa engkau akan ‘memutuskan’ hubungan dengan yang dia tuduhkan, walaupun mungkin tidak selingkuh, tetapi kurangi level ‘keakraban’ dan level persahabatan dengan laki-laki lain yang bukan suami.


    Pemulihan hanya terjadi jika ada pendamaian, maka berdamailah dengan suamimu. Bagaimana berdamai? Pendamaian hanya terjadi jika ada pengampunan dan pengampunan hanya terjadi jika ada permintaan maaf. Karena itu tidak ada gunanya ngotot, bahwa engkau benar, tidak bersalah, tetapi dengan rendah hati mintalah maaf jika selama ini telah membuat suami cemburu. Jika engkau tidak selingkuh, maka tentunya tidak minta maaf bahwa sleingkuh, tetapi minta maaf, jika terlalu sering keluar rumah, terlalu akrab dengan orang lain atau hal lainnya yang membuat suami cemburu. Pasti ada alasan kenapa suami cemburu, karena tidak mungkin ada sikap tanpa sebab, tidak ada reaksi tanpa adanya aksi yang mendasari dan ‘tidak ada asap tanpa ada api’. Jangan merasa bahwa suami mengada-ada, tetapi dengan rendah hati, dengarkan alasannya, kenapa ia cemburu.

    Juga tegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar. Untuk menyakinkan pasanganmu bahwa engkau tidak selingkuh (Asal engkau benar-benar memang tidak selingkuh), maka engkau boleh saja bersumpah kepada Tuhan di hadapan hamba Tuhan. Dalam Kitab Ulangan 22:13-22, ada peraturan, jika suami menuduh isterinya tidak perawan ataupun selingkuh, maka mereka bisa disumpah dihadapan Imam, dan Imam mengucapkan berkat dan kutuk, terkutuk jika berbohong mengaku tidak selingkuh padahal selingkuh, akan terkutuk dengan perut kempis dan lain-lain, sebaliknya akan diberkati jika hanya dituduh selingkuh. Jika benar-benar selingkuh dan suami memiliki saksi atau bukti, tidak jalan lain kecuali mengaku dan minta pengampunan.

    Membangun kepercayaan butuh waktu, maka buktikan bahwa engkau bisa dipercaya. Cintai hanya pasanganmu. Akrablah hanya dengan pasanganmu secara istimewa dan lainnya bersahabatlah dalam level keakraban yang biasa-biasa saja. Perbanyak cerita/ komunikasi dengan pasanganmu, kurangi kegiatan keluar rumah secara dratis, termasuk kegiatan-kegiatan doa atau di gereja, dan hanya tingkat ’minimal’ saja, seperti ibadah hari minggu, kurangi kegiatan sosial dan pelayanan, selamatkan dulu pernikahanmu. Setelah pulih, nantinya engkau bisa melayani lagi dengan tanpa ‘tuduhan’.


    Lebih lengkap baca buku saya; SELINGKUH & SEX

  7. Pak kami sudah menikah 4 tahun, punya suami mata keranjang, dan 4 kali main mata dengan wanita lain. Setiap kali main, selalu ketahuan aku. Yang pertama dan kedua, aku ribut, tapi masih merahasiakannya. Tapi yang ke 3 dan 4, aku ribut besar dan minta pisah, karena takut terulang lagi. Suami belum terima Yesus secara pribadi, dari kecil katolik. Aku harus bagaimana? Rasanya nggak kuat dan mau lepaskan aja dia. Thanks.
  8. “Dia selingkuh, saya juga bisa, saya juga masih laku, saya akan buktikan” Ini juga bukan alternatif yang benar. Jika orang lain berbuat dosa (dan akan ada akibatnya, baik di akhirat ataupun di dunia saat ini) apakah kita juga akan berbuat dosa? Karena itu alternatif terbaik adalah pulih, dan tidak akan terjadi pemulihan tanpa pengampunan. Berapa kali kita harus mengampuni? Perhatikan Firman berikut ini:

    Matius 18: 21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
    22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

    Orang yang mendapatkan pasangan selingkuh bisa bereaksi berbagai macam, seperti ikut selingkuh, membalas dengan berbuat yang sama, ini hanya menambah parah masalah, bahkan menerjunkan diri kita ke dalam lembah dosa, dan anak-anak dalam kehancuran.

    Orang lain bereaksi dengan mempertahankan keluarga, tidak bercerai, namun kehilangan cintanya kepada pasangannya dan tidak bisa lagi ‘eros’, tidak bisa lagi melakukan hubungan suami isteri dengan cinta, karena merasa muak dengan pasangannya yang selingkuh. Ada kekecewaan, kebencian, kepahitan dan dendam yang tersembunyi. Inipun tidak benar dan menyiksa diri sendiri.

    Orang lain bereaksi dengan minta bercerai. Ini bukan kehendak Allah yang pertama. Allah menghendaki hidup dalam damai sejahtera, pengampunan. Orang lain ‘mengancam’ pasangannya bahwa ‘akan’ menceraikan. Sebenarnya dia hanya mengancam dengan maksud supaya pasangannya takut dan kembali. Sering pendekatan seperti ini gagal, karena ancaman bukan solusi yang baik. Orang berubah karena takut, dan ketika pasangan ke luar kota atau ke luar negeri, mereka selingkuh lagi.

    Pendekatan semacam ini juga gagal, karena sering, tadinya hanya bermaksud mengancam saja, tidak sungguh-sungguh mau menceraikan, tetapi ketika pasangan yang diancam justru ‘menantang’ ;”Ayo cerai!”, maka justru yang mengancam yang bingung. Tidak menceraikan merasa sudah terlanjur berbicara, jadi kalau tidak dilakukan, nanti justru akan diinjak, diremehkan dan tidak dihargai, akhirnya masuk dalam konflik batin dan berbagai pergumulan lainnya, merasa harga diri diinjak-injak, yang akhirnya bisa pada hasil akhir yang salah, yaitu perceraian yang pada awalnya bukan maksud yang sebenarnya.

    Ada lagi pasangan yang menggertak pasangannya dengan suruhan memilih, “Kamu pilih saya atau dia” Ini juga bukan reaksi yang benar, karena jika sudah emosi, reaksi semacam ini justru mayoritas ditanggapi dengan tantangan “Saya pilih dia” Orang jadi kaget kenapa dia pilih ‘anak buah’ ‘sopir’ atau ‘pembantu’ atau teman selingkuhnya yang ‘tidak masuk akal’? Ketika nafsu dan cinta sudah menjadi satu orang mengambil keputusan bukan dengan akal, tetapi dengan emosi.

    Karena itu janganlah bereaksi dengan ancam mengancam, dan tantang menantang, ini juga hanya akan memperparah hubungan. Pemulihan pasti terjadi dan bisa terjadi. Tidak ada keadaan yang separah apapun yang tidak bisa dipulihkan. Bertengkar wajar, tetapi kuasai emosi dan hati-hati dengan perkataan.

    Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
    Jadi yang terbaik, justru nyatakan bahwa engkau menginginkannya, engkau membutuhkan dia, engkau mencintainya dan mintalah dia kembali. Jangan malu dan jangan merasa diinjak-injak, tetapi rebut kembali cintanya. Buang jauh-jauh emosi dan amarah, berdoalah supaya pasanganmu bertobat dan Allah menjamah hatinya. Dan jika itu terjadi dan dia kembali, ampuni! Beberapa kasus orang yang diampuni menjadi mengabdi, mencintai pasangannya lebih dari sebelumnya.



    Memang memulihkan hati tidaklah secepat dan semudah mengobati luka secara fisik. Saya tahu mengampuni itu tidaklah mudah, tetapi mengampuni itu harus. Pemulihan butuh waktu. Baik untuk yang selingkuh maupun yang ditinggalkan selingkuh, keduanya secara pribadi terluka.

    Jika hidup bersama terlalu sulit, sementara waktu engkau bisa berpisah, misalnya tinggal di rumah orang tua, kakak atau adik. Pastikan mereka bukan provokator yang akan menekan engkau bercerai karena pasanganmu selingkuh. Gunakan masa ‘berpisah sementara’ itu untuk evaluasi, mengapa dulu putus komunikasi, mengapa dulu bertengkar dan apa yang dipertengkarkan, mulai evaluasi hal-hal apa yang mengganjal dalam hubungan, dan selesaikan satu demi satu. Gunakan waktu tersebut untuk membaca buku-buku rohani tentang pernikahan, doa dan puasa.

    Langkah berikutnta adalah MENGAMPUNI. Saya tahu ini tidak mudah, karena ini bentuk pengkhianatan yang melukai hati. Namun demikian, langkah terbaik adalah menegornya, mengampuni jika dia mengaku dan minta ampun, serta menerima kembali jika dia berbalik. Ini tetap langkah terbaik, baik untuk diri kita sendiri ataupun untuk anak-anak. Mengampuni adalah mutlak. Jika hati sudah bisa mengampuni dan siap untuk bertemu kembali, engkau bisa pulang ke rumah. Jika perlu, hubungi konselor pernikahan, pendeta atau pihak ketiga yang disegani kedua belah pihak untuk mendamaikan.

    Bisa juga memilih hamba Tuhan yang pernah jatuh dalam perselingkuhan dan yang sekarang sudah pulih, dia akan mendamaikan dan berbicara, yang bisa dipahami ke dua belah pihak dengan bahasa yang lebih tepat, karena benar-benar merasakan pergumulannya. ika ingin mengetahui lebih lengkap kasus-kasus SELINGKUH dan penyelesaiannya, bacalah buku saya yg berjudul SELINGKUH & SEX)
 


 
25 May 2010
Sungai Kehidupan
21 Jan 2010
Seri : Mezbah Keluarga: Pria Ambil Peranmu!
29 Oct 2009
Seri : Mezbah Keluarga
02 Oct 2009
YPI/HHK Peduli Gempa
26 Apr 2009
Pantang Menyerah
Lihat Artikel Lain ››
 
Lihat Foto Lain ››
 


   
THE HAPPY HOLY KIDS VOL. 02
Kategori Film Anak-anak
Harga : 15,000
 


 
Kecantikan Yang Tidak Terlihat
Dengarkan Tips Lain ››
 
 
 
 
Home | Tentang Kami | Artikel | Produk Media | Sekolah | Galeri Foto | Kontak Kami
© Copyright 2008, All Right reserved suara pemulihan
Anda Pengunjung Ke : 58759