|
Seri : Mezbah Keluarga
Yoel 1:1-20 sampai Yoel 2:1-11 dikisahkan segala malapetaka belalang, kekeringan, gagal panen dan kebakaran hutan. Tidak jauh berbeda dengan keadaan bangsa kita beberapa tahun terakhir ini.
Untuk mengatasi krisis besar bangsa Israel, Tuhan membangkitkan Yoel dan menyerukan pertobatan, menyerukan puasa (dan tentunya berdoa, puasa tanpa doa namanya ‘diet’)
Yoel 2:15-16 menulis “Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklum-kanlah perkumpulan raya, kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya”
Siapakah yang diundang dalam peperangan rohani untuk menyelamatkan bangsa oleh Yoel?
1. Orang tua;
2. Anak-anak bahkan anak balita dan
3. Orang dewasa (yang baru menikah sekalipun).
Artinya semua anggota keluarga ikut berdoa untuk bangsa, doa pemulihan bangsa, doa peperangan, syafaat untuk bangsa. Mengapa sekeluarga , karean ditangan merekalah otoritas diberikan sesuai rancangan-Nya ketika menciptakan manusia.
Juga cukup menarik, mengapa anak-anak balita ikut diajak berdoa? apakah tidak akan mengganggu? (yang pasti saudara terganggu, bukan Tuhan, justru Tuhan mengasihi anak-anak, bahkan memerintahkan membawa anak-anak.)
Betapa dahsyatnya doa mereka, ketika seluruh anggota keluarga ikut berdoa, Allah menjanjikan kepada mereka:
1. Allah berbelas kasihan kepada umat-Nya (2:18)
2. Musuh akan dijauhkan (2:20)
3. Hujan/Musim akan teratur kembali (2:23)
4. Mereka akan panen (2;22, 24-25)
5. Mereka akan makan kenyang (2:19,26)
6. Mereka akan penuh Roh (2:28-29)
Jika mau berdoa yang hasilnya nyata, ‘significant’? Sakit menjadi sembuh, musuh menjadi teman, ladang bisa dipanen, usaha omset meningkat, orang yang memfitnah menjadi donatur, suami yang menyeleweng akan kembali setia, anak yang malas belajar menjadi rajin dan pandai, anak bebas narkoba, dll? Jawabannya adalah berdoa sekeluarga!
Kalau mau berdoa hanya untuk sekedar ‘menikmati suasana doa’, maka berdoalah sendirian, berdoalah bersama pendoa syafaat, berdoalah tanpa anakmu, berdoalah tanpa suamimu. Saya banyak menjumpai pendoa syafaat yang modelnya demikian dan banyak cerita dari mereka bahwa mereka mengalami serangan balik bertubi-tubi.
Mengapa tidak berdoa dengan suami? “Ah kalau berdoa dengan suami suasananya tidak enak, tidak nge-Roh”, katany. kalo mau berdoa untuk menikmati suasana atau mau berperang di alam roh? Mengapa tidak bedoa memabwa anakmu? “Ah nanti anak mengganggu mengganggu suasana hadirat Tuhan.” Mengganggu hadirat Tuhan atau mengganggu perasaanmu? Tuhan tidak terganggu dengan adanya anak. Dimanapun anak itu berada, di ruang doa atau di rumah, Allah melihat, mendengar mereka. “Ah kalau ada anak, doanya ngga bisa lama.” Di mana ayatnya doa harus lama? Kalau doa bawa anak, justru itu yang ada ayatnya. Kalau berdoa jangan bertele-tele, itu justru ada ayatnya. “Ah kalau bawa anak, saya ngga bisa merem, harus awasi anak saya.” Mana ayatnya harus merem? Berdoa dan berjaga itu yang ada ayatnya. Berdoalah sesuai Firman Tuhan. Mezbah Keluarga / Ir. Jarot Wijanarko |