|
Pantang Menyerah
Orang yang sukses adalah orang yang memiliki roh yang luar biasa (spirit of excellence) yaitu orang yang pantang menyerah. VIsi yang benar dan mulia, diyakini sebagai 'panggilan hidup' akan memunculkan roh selanjutnya yaitu PANTANG MENYERAH.
Yosua dan Kaleb orang yang diakui Tuhan sebagai orang yang memiliki jiwa yang lain, mereka pantang menyerah. Mereka tidak memfokuskan pikirannya pada musuh-musuh raksasa, tetapi pada kuasa Tuhan yang menyertai mereka lebih besar dari masalah mereka. Mereka melihat anggur, gandum dan kesuburan tanah Kanaan (hal-hal positif) sebagai pembangkit semangat mereka.
Ada orang yang sudah punya Tujuan Hidup, Visi dan kemudian Bertindak karena visi tersebut, tetapi tidak sukses ketika orang-orang yang mendukungnya mengundurkan diri, masalah mulai datang, rintangan bertubi-tubi dan ia segera berhenti. Kenapa harus pantang menyerah? Karena sukses butuh waktu, karena untuk berhasil, seseorang harus ahli dan untuk menjadi ahli, seseorang harus melewati beberapa pengalaman gagal.
Orang yang sukses adalah orang yang pantang menyerah, ketika semua orang meragukan kemampuannya, ketika semua kondisi tidak bersahabat dengannya, ketika seolah-olah upaya yang dilakukan seperti tiada batas penantian; ia tidak bergeming sedikitpun sebelum sukses dalam genggamannya. Jatuh, berdiri lagi! Kalah, bangun lagi! Gagal, bangkit lagi! Kalau orang pernah gagal, ia tentu akan dapat memperbaiki kesalahannya. Kalau orang sudah banyak menderita dalam hatinay, dan menanggung kesukaran dalam pikirannya, barulah ia akan bertindak benar-benar bijaksana.
Pernah menyaksikan seseorang yang tidak mempunyai semangat hidup? Melihat kemajuan orang lain dan tidak termotivasi. Tetangga sibuk bekerja, antusias berbisnis, mengisi liburan dengan jalan-jalan sekeluarga ke tempat hiburan dan ke luar negeri, makan di restaurant bersama keluarga, menjalani kehidupan yang bahagia, sedangkan ia sendiri santai-santai saja.
Ada kehidupan seseorang yang bingung saat anak merengek minta jajan, uang belanja yang cukup untuk sebualn saat ini terasa mepet, ongkos mahal, sudah bekerja namun seolah hidup selalu ada masalah. Ia tahu bahwa penghasilan sebanding dengan bekerja keras, tahu dimana ada kemauan disitu ada jalan, tetapi tidak melakukan tindakan apa-apa. Ia sudah MENYERAH.
Ada orang lain, sudah merasa bekerja keras, punya pekerjaan atau usaha, hanya saja sulit /kurang berkembang dan seolah nasib sudah tentukan takaran. Apa yang diinginkan seolah jauh dari realita. Tidak ada resep ampuh dalam hatinya kecuali "nrimo" atau pasrah atau menyerah terhadap nasib. Setaip hari dilalui tanpa gairah dan tidak tahu kemana kaki mesti melangkah untuk merubah semua keadaan tersebut.
Ada yang lain lagi, hdiup tanpa agenda, teman mengajak nongkrong: oke, membahas seputar sinetron: hayo, jalan ke mall: no problem, main game: dilayani, seolah tiada kata "TIDAK". Setiap hari dilalui dengan antusias untuk hal yang tidak berguna dan tentunya pencapaiannyapun tidak jelas. Mungkin motto hidupnya adalah : "Nikmati hidup selagi bisa mengalir seperti air". Hanya saja serperti layangan putus, mengalir tanpa arah. Inilah contoh penggunaan semangat yang tidak tepat. Hal ini disebabkan tidak ada Tujuan Hidup yang dapat mengarahkan kemana ia seharusnya bergerak!
Pertanyaan besarnya adalah: Apakah sudah benar-benar memiliki tujuan hidup? Ternyata apabila seseorang menginginkan apa yang benar-benar diinginkan akan membangkitkan pantang menyerah. Pantang menyerah adalah suatu energi yang sangat besar yang ada dalam diri setiap orang. Pantang menyerah sangat diperngaruhi oleh kondisi mentalnya, dan adanya semangat untuk hidup lebih baik, semangat untuk bekerja bagi orang-orang yang disayanginya ternyata juga mampu mewujdukan gairah hidup.
Tujuan hidup merupakan bahan bakar seseorang dalam menjalani hidupnya. Tujuan hidup menjadikan seseorang senantiasa pantang menyerah, bergairah dan menikmati saat berjalan menuju impiannya. Seperti layaknya dalam perjalanan menggunakan kendaraan, jalan bergelombang dan lobang adalah hal biasa meskipun terkadang membuat perjalanan kita menjadi kurang nyaman. Tetapi ketika sampai di jalan yang halus dan bebas hambatan barulah terasa nikmatnya.
Seseorang yang telah melalui jalan liku dan lubang pasti akan terasa lebih nikmat dibandingkan yang belum pernah mengalami hal tersebut. Jatuh, bangkit lagi, Gagal, coba lagi! Semua masalah akan terasa kecil, ketika kita mampu menghadapinya dengan penuh semangat! Perjalanan meraih cita-cita adalah sebuah proses perjalanan hidup yang panjang. Perjalanan meraih cita-cita akan terasa ringan apabila kita menemukan kegembiraan di dalamnya. Buku Spirit of Excellence - Ir. Jarot Widjanarko |